LINE Indonesia membagikan hasil survei yang diselenggarakan oleh LY Corporation (Presiden dan CEO: Takeshi Idezawa) mengenai “Survei Kesadaran Kesiapsiagaan Bencana”, yang mengkaji pandangan pengguna terhadap bencana alam serta kesiapan mereka dalam menghadapi bencana dalam kehidupan sehari-hari.
Survei ini dilakukan di Jepang, Taiwan, dan Thailand, tiga wilayah yang menjadi
pasar dengan tingkat monthly active users (MAU) LINE yang tinggi secara global.
Gempa bumi menjadi kekhawatiran utama di Jepang dan Taiwan, sementara Thailand lebih mengkhawatirkan banjir
Ketika ditanya mengenai bencana alam yang membuat mereka khawatir, responden dapat memilih lebih dari satu jenis bencana alam.
Responden di Jepang paling banyak memilih “gempa bumi” (88,8%),
diikuti “topan” (51,0%) dan “hujan lebat/curah hujan ekstrem” (43,8%).
Di Taiwan, “gempa bumi” juga menempati posisi teratas dengan 85,2%,
disusul “topan” (61,9%) dan “kekeringan/kekurangan air” (51,7%).
Sementara itu, hasil yang berbeda terlihat di Thailand. “Banjir”
menjadi bencana yang paling dikhawatirkan dengan persentase 76,7%, diikuti
“gempa bumi” (70,2%) dan “kekeringan/kekurangan air” (54,3%). Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kekhawatiran masyarakat
terhadap bencana alam turut dipengaruhi oleh kondisi geografis dan lingkungan
masing-masing negara, serta jenis risiko bencana yang paling relevan bagi
masyarakat setempat.
Lebih dari 70% responden di ketiga negara merasa perlu bersiap, tetapi belum cukup siap
Ketika ditanya mengenai tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi bencana alam, sebanyak 45,5% responden di Jepang, 41,9% di Taiwan, dan 30,5% di Thailand mengatakan bahwa mereka “merasa perlu melakukan persiapan, tetapi belum mengambil tindakan.”
Sementara itu, responden yang merasa “sudah melakukan persiapan, tetapi belum cukup” mencapai 42,6% di Jepang, 39,0% di Taiwan, dan 44,5% di Thailand.
Di sisi lain, persentase responden yang merasa “sudah sepenuhnya siap”
paling tinggi ditemukan di Thailand, yaitu 16,0%. Angka tersebut lebih tinggi
dibandingkan 6,0% di Taiwan dan 5,5% di Jepang.
Jepang dan Taiwan fokus pada “Menyimpan persediaan darurat”, sementara Thailand pada “Mencari informasi terbaru terkait bencana alam”
Responden yang mengatakan bahwa mereka saat ini telah melakukan persiapan menghadapi bencana alam kemudian ditanya mengenai langkah-langkah yang biasanya mereka lakukan.
Di Jepang dan Taiwan, “menyimpan persediaan air, makanan, dan kebutuhan sehari-hari untuk keadaan darurat” menjadi langkah yang paling banyak dilakukan, masing-masing sebesar 72,8% dan 72,5%.
Sementara itu, di Thailand, langkah yang paling banyak dilakukan adalah “Mencari informasi terbaru terkait bencana alam”, dengan persentase mencapai 74,4%.
Menariknya, “meninjau cara menghubungi dan memastikan keselamatan keluarga
serta orang-orang terdekat” jauh lebih banyak dilakukan oleh responden
di Taiwan, yaitu 61,4%, dibandingkan dengan 39,1% di Jepang dan 45,3% di Thailand.
Pemberitaan Menjadi Pemicu Utama untuk Bersiap Menghadapi Bencana, Sementara Paparan Informasi Keliru Juga Masih Tinggi
Di ketiga negara, “menemukan berita tentang bencana alam” menjadi
pemicu yang paling banyak disebutkan oleh responden untuk mulai melakukan
persiapan menghadapi bencana. Persentasenya mencapai 53,5% di Jepang, 63,0% di Taiwan, dan 68,9% di Thailand.
Di sisi lain, cukup banyak responden yang mengatakan bahwa mereka pernah
menemukan informasi palsu atau menyesatkan terkait bencana. Persentasenya
mencapai 42,6% di Jepang, 55,0% di Taiwan, dan 66,7% di Thailand. Di ketiga negara, jenis informasi palsu atau menyesatkan yang paling sering
ditemui adalah “informasi mengenai dampak atau kerusakan akibat bencana”,
dengan persentase sebesar 64,2% di Jepang, 64,1% di Taiwan, dan 62,9% di Thailand.
Upaya kesiapsiagaan bencana terus dilakukan sesuai dengan kondisi di masing-masing negara
LY Corporation, bersama LINE Taiwan dan LINE Thailand, terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana serta menyediakan informasi yang relevan ketika bencana terjadi. Berbagai upaya tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing negara.
Mengoperasikan situs khusus untuk memperingati “Hari Pencegahan Bencana
1 September” serta menyediakan layanan “LINE Safety Check” saat terjadi
bencana, termasuk ketika gempa bumi melanda Kumamoto pada Juli lalu.
→ Press Release
Menghadirkan “LINE Safety Check”, fitur yang memungkinkan pengguna
membagikan lokasi dan mengonfirmasi kondisi keselamatan mereka dalam
situasi darurat.
→ LINE Taiwan Official Blog
Menjalankan kampanye “LIFELINE: Ready Before the Crisis” bersama lebih
dari 15 organisasi pemerintah dan swasta untuk mendorong masyarakat
mempersiapkan diri sebelum terjadi bencana.
→ Press Release
LINE hadir setelah Gempa Besar Jepang Timur (Great East Japan Earthquake) 2011 sebagai sarana yang memungkinkan masyarakat tetap terhubung dan berkomunikasi dengan keluarga maupun orang-orang terdekat.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah monthly active users (MAU) LINE mencapai 100 juta pengguna di Jepang atau sekitar 81% dari total populasi, 22 juta pengguna di Taiwan atau sekitar 95%, serta 54 juta pengguna di Thailand atau sekitar 82%.
Gambaran Umum Survei
| Penyelenggara | LY Corporation |
| Periode survei | 4–6 Agustus 2026 |
| Responden | Pengguna internet berusia 18–69 tahun di Jepang, Taiwan, dan Thailand |
| Jumlah responden | 420 responden per negara, dengan total 1.260 responden |
© LY Corporation. All rights reserved.
